Posts

Showing posts from March, 2020

Bercerita denganmu

Kamu tahu, Aku selalu menunggu saat kita bercerita bukan tentang kita tapi tentang malam, siang dan senja. Penantian ini untuk kita sama-sama bercerita amatlah aku harapkan walaupun kadang pilunya hatiku untuk terus berdiri memanggil tapi teriakkanku hanya aku sendiri dengari. Jahat sekali aku mementingkan diri sedangkan kamu sudahpun bahagia di antara pilu dan penantianku. Mari bercerita lagi dengan nada lembut dan perasaan tawa di bibir. Aku suka tapi aku diam senyumanmu menambahkan lagi cerita kita. Aku tunggu saat itu lagi. Saat kita sama-sama ketawa dan tidak mahu malam berlalu pergi. Kita lupa jam sudah berlalu, kita juga lupa pulang ke tempat berteduh. Rasa nyaman untuk bercerita tentang hal-hal yang kecil. Sungguh, aku masih menanti. Kalau saja Tuhan pertemukan lagi kita dalam satu keadaan yang mengizinkan, aku mahu bercerita lagi. Bulan, bintang menjadi bahan cerita. Biar saja hanya imaginasi kerana aku tahu saat kamu bercerita segala isi perasaanmu terlihat di matamu. ...

hujan lagi

Aku menulis atas dasar kerinduan, atas dasar tidak tahu bagaimana untuk meluahkan segalanya dari bibir. Jujur saja, aku jadi terkedu untuk bercerita. Mungkin kerana aku tida lagi tahu askara, ritma dan rasa. Mungkin juga kerana kekurangan emosi. Di luar hujan. Aku berasa dingin. Terdetik sebentar di dalam hati kerana tekak ingin merasa secawan kopi tapi sayang, aku yang malas. Begitu pun, aku gigihkan untuk menulis agar kamu tahu, kamu adalah kerajinanku dari hati. Bayangkan sedingin ini enaknya ditemani kopi tapi aku menolak kerana aku ingin menulis tentang mu lagi, hari ini. Di luar masih hujan, makin lebatnya. Sebegitu lebat hujan, begitu juga pikiranku tentangmu, semakin lama semakin banyak memori yang aku rungkai sendiri di dalam jari jemariku, penulisanku dan tentu saja, hatiku. Di luar mungkin masih hujan. Aku membuka semua jurnal jurnal yang pernah aku tulis tentang dirimu, bagaimana baiknya dirimu dan juga betapa kamu begitu banyak mendengar kisahku. Aku jadi rindu. Jela...

Kita semua berawal dari tatap

Seperti sebuah lagu yang dinyanyikan oleh Yura Yunita, Berawal Dari Tatap, kau membuatku bahagia di saat hati ini terluka. Maka dengan itu, aku mohon, bagi yang lagi patah hati, dilarang sama sekali membaca penulisan ini kerana mungkin ada yang sedang merasakan sakit, patah harapan dan kurang lebih ingin pelan-pelan beranjak. Sebetulnya tahun ini tahun kedua tanpa khabar darinya. Tahun yang penuh suka duka untuk melupakan tentangnya. Tahun ini juga adalah tahun yang benar-benar membuatku ingin pergi darinya tapi akhirnya aku kembali lagi dengan membaca puisi lamanya walaupun sudah setahun mungkin dia tidak menulis lagi. Hati ku ingin saja bertanya, "sudah lama tidak menulis, apa masih tidak punya inspirasi?" tapi aku tahu, pertanyaan itu hanyalah menyakitkan ku kerana dulunya aku pernah menulis tentangnya sehingga pernah meminjamkan hati yang sehingga kini masih menunggu kalau disimpan atau dibuang. Perasaanku masih lagi tidak mengerti apa sebenarnya maunya dan apa sebena...