Ku tuliskan rasamu dengan rasaku
Aku tersilap dengan senyumanmu dan candamu. Ku kira bertukar rasa tapi hanya bertukar tawa. Aku mencari pelangi pada dirimu di antara hujan dan teriknya matahari tapi akhirnya hanya mendung yang ku telan. Kita hanya menjadi dua pasang manusia yang bercerita tentang awan dan guruhnya yang menakutkan. Tapi tidak mengapa, kerana aku yakin bahawa semua ceritamu memang dari hati cuma saja, aku tersilap membawa perasaan. Tidak pula ku menyangka bahawa kita cuma menyempatkan dua hati yang tidak mungkin bisa bersama. Ku tuliskan rasamu dengan rasaku dalam satu bait puisi yang ternyata hanya aku yang membacanya. Ke mana hilangnya kamu setelah semua cerita guruh yang begitu kuat menggegar rasa? Atau mungkin selama ini kamu hanya menganggap saya sebagai tempat untuk memulakan kembali hangatnya pegangan tangan untuk terus kuat. Ku tuliskan rasamu dengan rasaku untuk selamanya di atas kertas kuning bau kopi dan begitu pula hatiku yang semakin lama semakin terasa jauh. Segala namamu yang pernah ku d...