Posts

si penipu

pernahkah kita semua merasakan kalau seandainya satu hari nanti orang yang paling kita sayang akan tinggalkan kita begitu sahaja? atau lebih tepatnya kalau dia akhirnya memilih orang lain daripada kita. mungkin satu hari nanti, siapa tahu? kemudian, pada akhirnya orang yang paling kita sayang itu juga yang pertama memungkiri janji. kononnya dulu dialah yang terbaik, yang paling baik antara semuanya, yang paling banyak berkata - aku sayang kamu, tidak seperti orang lain yang pernah aku kenali. si penipu. sampah.  

Kamu berjalan dengannya

 Kita adalah sebuah melankolia yang begitu syahdu dan terasa sepi. Kita adalah sebuah lukisan yang pernah dipaparkan untuk mereka yang dahagakannya. Apakah sebenarnya lukisan yang pernah terpapar itu adalah yang indah atau hanya satu makna cinta yang dusta? Ketika aku bingung sendiri, aku melepaskan segalanya melalui satu penceritaan dalam benak fikiranku. Setidaknya aku yang melakarkannya menjadi lebih indah bukan seperti realitinya. Penceritaan yang aku lakar begitu manis sehinggakan terkadang aku ingin terus berada dalam rasa ini. Rasa di mana kau masih didepanku, menyambut tanganku dan mengucup bibirku. Kau berjalan dengannya. Hujan turun renyai, angin meniup dinginnya tubuhku dan begitupun tubuhmu di hadapanku, kaku terbaring. Apakah sebenarnya ada yang ingin kamu sampaikan kepadaku? Bunga yang kugubah adalah bunga kesukaanmu dan hari ini aku meletakkannya benar-benar disebelahmu. Namamu terus ku eja perlahan-lahan, mengucapkan rasa yang terakhir sebelum kamu pergi ke tanah. S...

Ku tuliskan rasamu dengan rasaku

Aku tersilap dengan senyumanmu dan candamu. Ku kira bertukar rasa tapi hanya bertukar tawa. Aku mencari pelangi pada dirimu di antara hujan dan teriknya matahari tapi akhirnya hanya mendung yang ku telan. Kita hanya menjadi dua pasang manusia yang bercerita tentang awan dan guruhnya yang menakutkan. Tapi tidak mengapa, kerana aku yakin bahawa semua ceritamu memang dari hati cuma saja, aku tersilap membawa perasaan. Tidak pula ku menyangka bahawa kita cuma menyempatkan dua hati yang tidak mungkin bisa bersama. Ku tuliskan rasamu dengan rasaku dalam satu bait puisi yang ternyata hanya aku yang membacanya. Ke mana hilangnya kamu setelah semua cerita guruh yang begitu kuat menggegar rasa? Atau mungkin selama ini kamu hanya menganggap saya sebagai tempat untuk memulakan kembali hangatnya pegangan tangan untuk terus kuat. Ku tuliskan rasamu dengan rasaku untuk selamanya di atas kertas kuning bau kopi dan begitu pula hatiku yang semakin lama semakin terasa jauh. Segala namamu yang pernah ku d...

Menari dalam jiwa yang mati

Setiap manusia pasti punya rasa ingin dimiliki dan memiliki. Ada yang ingin sesuatu tapi tidak pernah ada kepastian. Maka dengan itu, segala persoalan yang ada menjadi beban. Jiwa-jiwa yang telah mati menjadikan kita semua semakin hari semakin menerima apa sahaja yang ada. Semakin hari tidak lagi ingin tahu. Tapi, jauh di sudut hati yang sebenarnya inginkan jiwa kembali bangkit, kembali tersedar dari hati yang tidak lagi menetap. Ketika semuanya hampir terjawab maka akan datang lagi satu persatu masalah. Dan ketika itu, apa yang kita dapat lakukan adalah dengan bertenang. Tapi, layakkah kita menari dengan jiwa yang telah mati? Dan soalan itu terus menjadi pertanyaan. Adakah dengan tenang semua persoalan itu terjawab dengan lebih baik atau hanya satu khabar duka untuk menambahkan kematian jiwa. Begitupun, rapuhnya semua pengharapan yang pernah ada. Ketika semuanya berakhir kita tahu bahawa kehidupan setiap manusia tidaklah sama. Teruskanlah kehidupan meskipun terkadang harus menari dala...

kenyamanan tidak lagi ada

ambil masa sedikit untuk mencari inspirasi kerana hari ini tidak lagi indah. aku pernah berjanji untuk setia, selamanya bersama dan berjanji untuk saling bertukar cerita walaupun hari yang begitu penuh dengan kesibukkan masing-masing. untuk kesekian kali terluka, aku berjaya menemukan seseorang yang bisa mengubat hatiku menjadi lebih baik, lebih faham erti mencintai dan paling aku kagumi, sehingga yakin dialah bakal suami yang akan membimbingku. kadang bermimpi dia menjadi imamku solat, menjadi ayah pada anak-anak dan menjadi yang pertama ketika semuanya rapuh. tapi aku sendiri menghancurkannya. atas apa? atas kedukaan diri ku sendiri. mencari tahu dalam masa yang panjang dan akhirnya aku temukan bahawa aku sendiri sedang berperang dengan diriku sendiri. aku lemah sendiri tanpa siapa pun yang tahu. aku cuba untuk bercerita kepada semuanya tapi sayang, tiada satupun yang memahami. apa yang mereka tahu cuma - "jangan bersedih". sungguh! aku bukan bersedih. jauh sekali terlalu b...

sungguh

 Berlalu setahun yang penuh suka duka. Ternyata bukan hanya kemanisan yang Tuhan kirimkan tetapi banyak kepahitan yang seiring berjalan. Mungkin memang begitulah rasanya menjadi dewasa. Semakin beranjak dewasa, semakin banyak yang dilalui. Dua puluh lima. Itu kata mereka. Meskipun umur beranjak setahun, tapi perasaan masih sama. Kadang melihat yang mendirikan masjid begitu indah sekali, ramai pula yang sudah membeli keperluan hidup dan keperluan untuk berteduh. Syukur. Hanya itu yang mampu diucapkan oleh hati yang pada dasarnya inginkan yang sama. Inginkan seperti mereka. Tapi Tuhan berkehendak lain dan Tuhanlah yang mengaturkan segalanya. Tiada apa yang lebih indah selain aturanNya. Teruntuk tahun ini yang mungkin menjadi satu kejutan yang lebih baik, semoga diri sendiri sungguh masih bisa berdiri dan memegang pada hati yang sama.

rindu

Beralih bulan dan hari, kita sama-sama di satu perjalanan yang panjang. Tidak pernah tersangkakan bahawa kita menempuh perjalanan ini bersama. Sedangkan aku yang masih mencari dan ingin menggapai hangatnya rasa kasihku kepadamu, kamu mendatang dengan membawa pengharapan yang selama ini aku cari. Terdahulunya, aku tidak pernah menyangka bahawa kamu akan menjadi salah satu yang paling aku cari di antara ribuan manusia yang hadir. Kamu menjadi yang paling aku tunggu di saat redanya hujan dan badai, angin yang meniup kencang seakan mengetuk jendela kamar yang menyimpan rasa rindu dan matahari yang selalu saja datang tidak menyapa. Aku masih tetap menunggu. Jiwaku seolah tidak mampu untu mereput. Kamu menyiram untuk sama-sama tumbuh. Aku bertambah rindu di saat semuanya yang aku inginkan ada didepan ku. Merindukan kamu yang jenuh mencari ertinya denting jiwa, menutupi luka-luka lama yang beransur sembuh. Tidak sama sekali aku berfikir untuk pergi apatah lagi menutup ruang rasa yang kini sud...